Thursday, 5 July 2012

BELAJAR DARI HANIF (BERMIMPI KEMUDIAN WUJUDKAN)



Mimpi,, bermimpilah sahabat, bermimpi besar dan kemudian realisasikan mimpimu, itulah kata terakhir seorang kawan sejatiku, sesaat seketika sebelum kami berpisah dia meninggalkanku disni, namun kata itu tetap terpatri di tiap detik hidupku, hingga kini. Pada awalnya aku tak mengerti apa maksudnya, pada awalnya aku selalu berfikir, hanya orang-orang yang tidak waraslah yang mau bermimpi, mana mungkin, seorang sepertiku mampu merealisasikan apa yang aku impikan, ah.. tangkalku atas apa yang dia katakan, dengan pandangan yang tertanam dalam alam bawah sadarku yang aku taman sendiri. Hari demi hari aku jalani, namun ada yang terasa kurang dalam hidupku, tapi pada saat itu aku tidak sadar apakah hal kurang itu. Aku makin gelisah, sehingga suatu hari, aku mengalami musibah dimana aku jatuh. karier, cinta, dan hidupku hancur. Aku tak tahu apa yang aku harus lakukan untuk bangkit, yang terlintas dalam fikiranku pada saat itu adalah Tuhan tidak adil, dan lebih baik aku mati saja.

Suatu saat ketika aku fikir sudah tidak ada hal yang aku miliki dalam hidupku maka aku putuskan malam itu untuk bunuh diri, ketika aku sudah siap untuk melompat dari jembatan yang dibawahnya merupakan sungai yang sangat dalam, mataku terusik oleh seorang anak yang membawa jualan asongan, kebetulan ketika itu hujan turun dengan sangat deras. Fikiranku mengusik inginku, dalam hatiku aku bertanya, kenapa anak itu masih mau berjualan padahal malam itu hujan turun dengan amat deras? Mengapa dirinnya begitu besemangat?? Dengan penuh penasaran, aku tunda bunuh diriku, lucu memang, tapi kelucuan itu tak menggoyahkan keingintahuan ku, akhirnya ku putuskan untuk mendekati anak itu, ku tanya siapa namanya, hanif, dengan singkat ia menjawab, tanpa basa basi, aku langsung bertanya, mengapa dia mau berdagang padahal saat itu hujan amat deras,? Jawabnya sangat sederhana, buat bayar sekolah jawabnya, namun otakku kembali bekerja dengan menayakan padanya kenapa kamu mau sekolah,? Jawab si hanif, aku bermimpi ingin menjadi dokter. Jawaban si hanif bagaikan petir di siang bolong, MIMPI?? MIMPI?? Mengapa harus mimpi?? Mengapa kata itu hadir lagi dalam hidupku? Ada apa dengan mimpi?? Pentingkah mimpi itu.?? Pertanyaan itu bagaikan kupu-kupu yang mengitar di fikiranku, aku pun kembali bertanya, mengapa kamu berusaha untuk mengejar mimpimu?? Apa mungkin kamu mampu menjadi seorang dokter?? Dia pun menajwab, “demi, mimpiku, apapun aku lakukan, betapaun beratnya, aku akan selalu bermimpi, dan mimpilah yang menajdikan aku bersemangat untuk selalu bekerja keras, dan karena mimpikulah aku selalu sabar. Jawabban itu mengingatakan ku pada sahabatku yang telah meninggalkan ku,

Dia adalah seorang yang menderita penyakit kanker, sebagian tubuhnya digerogoti oleh penyakit bahkan untuk berjalanpun ia sudah terpogoh-pogoh, namun ia memiliki mimpi untuk menjadi seorang jurnalis, ia tetap dan tetap semangat meski seakan mimpinya itu dipupus oleh penyakit yang menderanya, dalam segala keterbatasan, dirinya tetap berjuang untuk hidup, dirinya tetap tersenyum dan dirinya pun tetap berusaha untuk merealisasikan mimpinya, meskipun pada akhirnya ia harus meninggalkan dunia ini. Aku baru sadar, apa maksud dari perkataannya, bahwasanya mimpi adalah pemberi semangat ketika kita terjatuh

Sahabat,

Belajar dari hanif, mimpi ibarat pecut yang memukul diri kita untuk bangun dari kejatuhan, mimpi ibarat air yang menghilangkan dahaga semangat, mimpi ibarat penuntun jalan, kemana kita harus melangkah.

Belajar dari hanif, bagaimana ia tetap tekun bekerja, dan bagaiman mimpinya berhasil membuatnya tabah dalam menghadapi berbagai cobaan yang menerpa. Sesekali kita menganggap remeh tentang mimpi, padahal dalam hidup, mimpi sangatlah penting, denganmimpi kita akan menajdi orang yang sabar, dengan impi kita akan menajdi orang akan tahan banting. Dan dengan mimpi kita memiliki tujuan hidup,

Sahabatku,

Bermimpilah, dan wujudkan mimpimu, bukanlah seberapa besar mimpimu, tetapi seberapa besar dirimu untuk mimpi-mimpimu, jadikan mimpimu sebagai bahan bakar semangatmu,

Yakinlah, tuhan akan memeluk mimpi-mimpi dan usahamu,

0 comments:

Post a Comment