Wednesday, 4 July 2012

AYAT-AYAT MAKKIYAH DAN MADANIYAH

1. Pengertian ayat ayat makkiyah dan madaniyah
Sebelum kita memahami tentang ayat-ayat makkiyah maupun madaniyah, sebaiknnya kita terlebih dahulu mengetahui tentang apa itu al qur’an?, dan apa yang dimaksud dengan ayat-ayat yang terdapat dalam al qur’an, hal ini bertujuan untuk menghindari kesalah-fahaman dalam memahami ayat ayat makkiyah,
al qur’an secara etimologis dapat diartikan membaca, hal ini dapat dilihat dari al qur’an itu sendiri yang berasal dari kata ( ) yang berarti membaca, kemudian menjadi isim ma’ful qur’anan yang berarti yang dibaca, sedangkan menurut istilah, para ulama memiliki Tiga pendapat.
Pertama para ulama tafsir mengartikan alqur’an sebagai : kalmullah yang diturunkan kepada nabi Muhammad shalallhu alaihi wasalamsecara mutawatir ( berangsur-angsur ).
Kedua, para ulama ushulliyin mengartikan al qur’an sebagai : kallamullah yang diturunkan kepada nabi Muhammmad shalallahu alaihi wassalam yang lafadz-lafadznya adalah bersifat mu’jizat (melemahkan), membacanya adalah bernilai ibadah, dinukilkan secara berangsur- angsur, dan dituliskan dalam mushaf yang diawali dengann surat al fatiha dan diakhiri dengan surat an nas .
Ketiga, menurut Prof. Dr. Quraisy Shihhab al qur’an yang secara harfiyah berarti “bacaan yang sempurna” merupakan suatu nama pilihan Allah yang sangat tepat, karena tida bacaan pun sejak manusia mengenal tulis-baca lima ribu tahun yang lalu dapat menandingi Al qur’an Al karim, bacaan yang sempurna lagi mulia. Tida bacaan senacam al Qur’an yang dibaca oleh ratusan juta orang yang tidak mengerti artinya atau yang tidak dapat menulis aksaranya. Bahkan dilafal oleh orang dewasa,anak, bahkan remaja
Pengertian ayat secara etimologis menurut sibwaihi adalah salah satu bagian dari berbagai jumlah yang terdapat di dalam surat al qur’an. Sedangkan menurut mawardi Muhammad di dalam kitabnya ulumutafsir ayat adalah kumpulan berbagai huruf yang ada dalam alqur’an dan merupakan bagian dari al qur’an tersebut. Menurut istilah, ayat dapat diartikan sebagai berikut :
Pertama, menurut kitab madhol lidirosatil qur’anil karim dikatakan bahwa ayat adalah bagian (juz’un) dari surat surat yang ada di dalam alqur’an yang memiliki awal dan akhir.
Kedua, menurut mawardi muhammad dalam kitab ulumuittafsir, ayat adalah kumpulan-kumpulan huruf dalam al Qur’an dan bagian-bagiannya.
Mengetahui ayat ayat makiyyah dan madaniyah suatu hal yang harus diperhatikan benar benar; untuk memperhatikan marhalah marhalah dakwah islamiyah dan mengetahui langkah-langkah yang berangsur ditempuh al qur’an dan dapat pula kita mengetahui persesuaian ayat-ayat dengan lingkungan mekkah dan madinah, serta pula dapat mengetahui uslub-uslub makkiyah dan madaniyah dalam menghadapi orang mukmin, musrykin dan ahli kitab.
Untuk mencapai pengetehuan yang luas tentang ayat ayat yang termasuk makkiyah dan madaniiyah, kita harus melihatnya dari berbagai perspektif, seperti:
1. Dari masa turunnya ( tartibuzzamaniy)
2. Dari tempat turunnya (tartibul makkany)
3. Dari topik yang dibicarakan( tahwil maudhu’i)
4. Dari orang orang yang dihadapi (ta’yin syakhsy)

A. Ayat-ayat makki ,
Jumhur ulama memiliki tiga pendapat tentang ayat ayat makki.
Pertama adalah ayat ayat yang turun sebelum rosululloh hijrah dari kota makkah ke kota madinah kendatipun turunnya ayat ayat itu selain di kota makkah, dan termasuk juga ayat ayat yang turun ketika rosululloh dalam perjalanan ketika hijrah.
Contoh : surat al fatihah,
1. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih maha penyayang
2. Segala puji bagi Tuhan semesta alam
3. Maha pengsih maha penyayang
4. Pemilik hari pembalasan
5. Hanya kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepada engkaulah kami memohon pertolongan
6. Tujukilah kami jalan yang lurus
7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepadanya: bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan( pula jalan)mereka yang sesat (Al-Fatiha 1-7 )
Penulis tidak menemukan informasi yang pasti kapan persisnya surah ini turun. Ada riwayat yang menyatakan bahwa surat ini turun sesudah al mudatsir ada pula yang berpendapat bahwasannya surah ini turun sesudah sural al muzzamil dan al qolam. Dan ada juga yang berpebdapat surat ini turun di madinah, adapula yang berpendapat surah ini turun dua kali- untuk mengisyaratkan tentang keagungannya-sekali turun di makkah sekali turun di madinah.
Betapa pun terjadi perbedaan-perbedaan itu namun kita dapat berkata bahwa surah ini makkiyah-turun sebelum nabi berhijrah ke Madinah, apalagi nama as sab’ul matsani telah disinggung al qur’an melalui firman Nya dalam Q.S Al hijr (87) ”sesungguhnya kami telah menganugrahkan kepadamu as sab’ul matsani dan al qur’an karim”. Disepakati oleh para ulama bahwa surat al hijr turun ketika nabi. S.A.W bermukim di makkah. Ditambah lagi bahwa shalat telah diwajibkan di madinah.

Kedua adalah ayat ayat yang turun di kota mekkah dan sekitarnya, seperti ayat ayat yang turun di mina, arrafat dan hudaibiyah. Tetapi mendefinisikan ayat ini dengan pengertian tersebut mengandung kelemahan, karena ada sebagian ayat ayat yang tidak ditiurunkan di kota ini
Contoh :
Allah memaafkanmu(muhammad) mengapa engkau memberi izin kepada mereka(untuk tidak berperang) sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar-benar(berhalangan) dan sebelum engkau mengetahui orang-orang yangb berdusta.(at taubah;43)
Ayat ini merupakan ayat yang dinizulkan(diturunkan) di tabuk, dan ada pula ayat yang diturunkan di baitul maqdis ketika nabi muhhamad melakukan isra’
Dan tanyakanlah (Muhammad) kepada rasul-rasul kami yang telah kami utus sebelum engkau,”apakah kami mentukan tuhan-tuhan selain (Allah) yang maha pengsih untuk disembah( az-zukhruf 45)
Ketiga ayat ayat yang menjadi khittab bagi orang orang makkah, salah satu cirinya adalah terdapat kalimat seruan yaa ayyuhannas ( wahai manusia sekalian). Namun pengertian ini tidak selamanya memuaskan, seperti dalam kasus yang terdapat di dalam surat al baqoroh ayat 21 dan 168 yang artinya :
(wahai manusia sekalian, sembahlah tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa(al baqoroh 21)
hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah langkah syaitan; karena sesungguhnya setan adalah musuh yang sangat nyata bagimu(al baqoroh 168)
meskipun ayat ini menunjukan khittab yang ditujukan kepada orang orang makkah, tetapi surat ini termasuk kategori surat maddani.


B. Ayat ayat maddani
Selain terdapat tiga pengertian tentang ayat ayat makki, ayat ayat maddani pun menurut sebagian jumhur ulama terdapat tiga pengertian,
Perama, maddani adalah ayat ayat yang turun setelah hijrahnya nabi Muhammad shalallahu alaaihi wassalam dari kota makkah ke kota madinah, apabila turunnya selain di kota madinah, dan termasuk juga ayat ayat yang turun dalm perjalanan rosululloh setelah hijrahnya dari kota makkah ke kota madinnah, seperti surat al fathah yang turun di kota hudaibiyah.Contohnya :
a. Surat annissa ayat 58 yang artinya
“ sesungguhnya allah menyuruh kamu menympaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan ( menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil, sesungguhnya allah memberikanpengjaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya allah maha mendengar lagi maha melihat”( an nisa : 58 )
Kendatipun surat an nisa ayat 58 ini turun diturunkan di makkah, ayat ini termasuk ayat madaniyah, karena ayat ini diturunkan pada saat penaklukan kota makkah futuhat al makkah
b. Begitupula surat al maidah ayat 3 yang artinya :
Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan KU cukupkan kepadamu nikmat-KU dan telah ku ridhoi islam sebagai agamamu ( al maidah ayat 3)

Ayat ini meskipun turun di kota makkah tetapi termasuk ayat ayat madaniyah, karena ayat ini diturunkan setelah rosulullah hijrah yaitu pada saat haji wada’

Kedua maddani adalah ayat ayat yang turrun di kota madinah dan sekitarnya, seperti turunnya ayat ayat alqur’an di badar dan jabal uhud, terdapat kelemahan pada pendefinisian ayat ayat madani dengan terminology yang disebutkan, karena ada sebagian ayat ayat yang turun selain di kota madinah, makkah dan sekitarnya seperti surat at taubah ayat 47 yang artinya :
Kalau kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pasti mereka mengikutimu, tetapi tempat yang ditiju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) allah:” jikalau kami sanggup,tentulah kami berangakat bersama-samamu.” Mereka membiasakan diri mereka sendiri dan allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka orang-orang yang berdusta.( at taubah : 42 )
Surat at taubah ini diturunkan di tabuk,
Ketiga adalah ayat ayat yang menjadi khitab bagi orang orang madinah. Pendefinisian dari ayat maddani seperti ini didasarkan pada asumsi bahwa setiap ayat yang menyangkut kata “yaa ayyuhalazina amanu” (wahai orang orang yang beriman) adalah merupakan ayat ayat madaniyah, namun asumsi ini tidak selamanya benar karena bila dilihat dari kasus surat al mumtahanah, bila ditilik dari segi turunya, ayat ini termasuk madaniyah, karena diturunkan setelah rosulullah hijrah akan tetapi khitab yangt terdapat pada ayat ini lebih menunjukkan pada orang orang makkah, sebagai jawaban atas ambiguitas yang terjadi, maka diklasifikasikan ayat ayat yang seperti ini kedalam maa nuzila bil madinah wa hukmuhu makki ( ayat ayat yang diturunkan di madinah, tetapi hukum hukumnya adalah makki
Contoh :
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (al baqoroh :183)
Wahai orang-orang yang beriman, mewarisi perempuan dengan dengan jalan paksa, janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecual;i apabila mereka melakukan perbuatan yang keji nyata.dan bergaulah dengan mereka menurut cara yang patut, jika kamu tidak menyukai mereka,(maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah telah menjadikkan kebaikan yang banyak padanya.(an-nisa 19)
2. Karakter semantik ayat ayat makkiyah daan madaniyah
Karakter menurut Cambridge school dictionary “ the combination of qualities and personalities that makes one person or thing different from others, dapat diartikan secara sederhana bahwa karakter adalah kombinasi dari kualitas dan personal yang membuat seseorang atau sesuatu berbeda dengan yang lain. Kata lain dari karakter adalah ciri ciri .
Semantik menurut Cambridge school dictionary adalah “ connected to the meaning of language” dapat diartikan semantik beerarti gaya bahasa atau susunan bahasa,
a. Karakteristik semantik ayat ayat makki
1. Semua ayat ayat atau surat yang mengandung ayat ayat sajadah adalah makkiyah.
Surat-surat dan ayat-ayat sajadah adalah apabila ayat-ayat tersebut dibacakan maka sunnah hukumnya untuk melakukan sujud tilawah, yang termasuk ayat-ayat sajadah adalah :
a. Al a’raf ayat 206
b. Ar ra’d 15
c. An nahl : 50
d. Al isra’ :109
e. Maryam : 58
f. Al hajj : 18
g. Al furqon : 60
h. An naml :26
i. As sajadah : 15
j. As shaad: 24
k. Fushillat :27
l. An najm : 62
m. Al insyiqoq :21
n. Al alaq : 19

2. Semua ayat atau surat yang terdapat didalamnya kata “kalla” adalah ayat atau surat makki
3. ayat ayat makki diawali dengan kata wahai umat manusia, kecuali surat jinn
4. semua surat atau ayat yang mengandung kisah kisah para nabi dan umat umat terdahulu adalah makki
5. semua ayat atau surat yang mengandung kisah perdebatan antara adam dengan iblis adalah makki kecuali surat albaqoroh
6. surat suratnya pendek pendek.
7. Banyak terdapat lafadz sumpah

b. karakteristik semantik ayat ayat maddani
1. segala surat yang berisi tentang kewajiban kewajiban dan had adalah surat maddani
2. semua surat yang dibuka dengan huruf huruf maqtuah atau tahajji atau huruf potongan adalah maddani kecuali surat dzahrowain( al baqoroh dan ali imron).
3. Suratnya panjang panjang.
4. Menjelaskan keterangan keterangan yang menunjjuk kepada hakikat keagamaan

3. Perbedaan isu yang terdapat dalam ayat ayat makki dan maddani
Isu menurut Cambridge school dictionary “an important problem or subject that people are discussing. Dari pengertian tersebut dapat diartikan bahwa isu adalah sesuatu permasalahan dan subjek penting yang sedang dibahas oleh kebanyakan.
a. Isu isu yang dibahas dalam ayat ayat makki
1. Ajakan kepada tauhid dan ibadah hanya kepada Allah subhanahu wata’ala
2. Penetapan risalah rosulullah Muhammad shalallahu alaihi wasalam
3. Penetapan dosa dan pahala
4. Peringatan tentang hari kiamat
5. Peringatan tentang syurga dan siksanya
6. Peringatan tentang syurga dan nikmatnya
7. Perdebatan kaum musrikin tentang akal dan ayat kauniyah
8. Penetapan fondasi umum bagi pembentukan hukum syara
9. Berisikan celaan-celaan bagi tindak kriminalitas yang dilakukan kaum musrikin, salah satunya yakni mengkonsumsi harta anak yatim secara dzalim serta uraian uraian tentang hak.
10. Penetapan dasar dasar akhlak
11. Peringatan tentang kisah kisah para nabi dan umat umat sebelumnya
12. Terdapat banyak kata kata sumpah
b. Isu isu tematik yang terdapat dalam ayat-ayat maddaniyah
1. Menjelaskan tentang permalahan ibadah
2. Menjelaskan tentang hukum hukum syara’ seperti muamallah, huddud, bangunan rumah tangga, warisan, keutamaan jihad, kehidupan social, aturan-aturan pemerintah dalam menangani perdamaian dan peperanagan, serta persoalan-persoalan pembentukan syara’
3. Mengkhitab para ahli kitab yahudi dan nasrani, dan mengjak merekamasuk islam.
4. Menguraikan perbuatan meraka yang yang telah menyimpang dari kitab-kitab allah.
5. Mengungkap langkah-langkah orang orang munafik.
6. Penjelasan tentang hukum sudah jelas.
7. Surat-surat dan sebagian ayat-ayatnya panjang.
4. Kegunaan memahami ayat ayat makki dan maddani
an naisaburi, dalam kiatbnya at tanbih ala fadhil ulumil qur’an. Memandang subyek makkiyah dan madaniyah sebagai ilmu qur’an yang paling utama. Sementara itu al qatthan mecoba lebih lnjut lagi dalam mendeskripsikan urgensi dalam mengetahui ayat ayat makkiyah maupun madaniyah.
1. Menbantu dalam menafsirkan ayat ayat quran.
Pengetahuan tentang peristiwa peristiwa di seputar turunya alquran tentu sangat membantu dalam memahami dan menfsirakan ayat-ayat al quran.Kendatipun ada teori yang mengatakan bahwa yang ahrus menjadi patokan adalah keumuman redaksi ayat-ayat alqur’an bukan kehususan sababiayan. Dengan menetahui kronologi aalquran pula, seorang mufassir dapat memecahkan masalah kontardiksi dalam dua ayat yang berbeda, yaitu denag cara menetapkan konsep nasikh mansukh yang hanya bisa diketahui melalui kronologi al qur’an.
2. Pedoman bagi langkah langkah dakwah.
Setiap kondisi tentu saja memerlukan ungkapan ungkapan yang relevan.Ungkapan ungkapan dan intonasi berbeda yang digunakan ayat ayat makkiyah maupun madaniyah memberikan informasi metodologi bagi cara cara menetapkan qur’an yang relevan dengan oaring ayang diserunya. Oleh karena itu, dakwah islamberhsil mengettuk hati dan menyembuhkan.penyakit orang orang yang diserunya. Disamping itu, setiap langkah dakwah memiliki objek kajian dan metode metode tertentu, seiring dengan perbedaan sosio-kultural manusia.Periodisasi makkiyah dan madaniyah telah memberikan contoh informasi tentang itu.

3. Memberikan informasi tentang sirah kenabian
Penahapan turunya wahyu seiring dengan perjalanan dakwah nabi, baik di mekkah maupun di madinah, dimulai sejak diturunkannya wahyu pertama sampai diturunkannya wahyu terakhir. Al qur’an adalah rujukanotentik bagi perjalan dakwah nabi itu. Informasinya tidak dapat diragukan lagi.
4. Dapat mengetahui perbedaan ayat yang mansukh hukumnya, dan ayat yang nasikh. Misalnya hukum ayat-ayat maddaniyah dapat menghapus hukum-hukum ayat maddaniyah.

















DAFTAR PUSTAKA

Assydiqie, T.M Hasbi, ilmu- ilmu al qur’an, pustaka rizki putra, semarang:2002
Qattan, khalil mana, studi ilmu ilmu al qur’an. Litera antarnusa dan pustaka islamiyah. Jakarta: 2000
Shihhab, M. Quraish, wawasan al qur’an,mizan, Jakarta:2003
Supiana. Karman. M, Ulumul Qur’an dan pengenalan metode tafsir, pustaka islamika,Jakarta:2002

Cambridge school dictionary, Cambridge university press, 2008

Al Qur’an dan terjemahannya,C.V penerbit Diponegoro, Bandung:2008

0 comments:

Post a Comment