Wednesday, 8 August 2012

"gadis di balik jendela"

AWAL AKU MENCINTAINYA





denting jam berbunyi, berkali-kali ia mengganggu harapku, ya pukul 24.00 tak terasa. ditemani sinaran cahaya rembulan aku duduk dibalik jendela. menatap ke luar jendela yang disesaki oleh manusia-manusia yang saling berlomba, berlomba? apa yang mereka lombakan? waktu? karier? hidup? atau apa? ah entahlah.! sesekali aku bertanya, sebenarnya untuk apa kita semua berlomba? sesekali aku berfikir apa ini yang dinamakan hidup? ah entahlah!

sesekali aku menatap keluar rumah, ada hal yang membuatku terjaga, ada hal yang mebuatku gelisah. menunggu,hanya menunggu yang aku mampu. aku teringat lima tahun lalu. entah berapa tahun lalu. seorang yang ku tunggu dahulunya adalah seorang yang menyenangkan. menyenangkan? kini?

suatu ketika, pagi yang sangat menyenangkan, seseorang itu mengajakku pergi ke sebuah desa. liburan sekolah adalah kebahagiaan, termasuk juga aku. satu minggu ini aku akan ke sebuah desa, menurut penuturan seseorang itu, desa itu adalah tempat dimana dirinya dilahirkan, disana dia tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik rupawan-- bunga desa-- itulah orang-orang memanggilnya.
"RARA...! ayo cepat bangun, siap-siap berangkat.. katanya mau liburan" dengan lembut ia menyapaku, suaranya lebih lembut bahkan lebih lembut dari lantunan pohon cemara yang mendesik. clara jelita , ya itulah namaku, sebuah nama yang diharapkan akan menjadi seorang yang berbudi dan jelita. "iya........" dengan semangat aku menjawabnya.

magelang, itulah tujuan kami. Akan menjadi perjalanan darat yang cukup melelahkan bagi kami, perjalanan jakarta-magelang ditempuh dalam waktu 12 sampai 15 jam-nuenurut penuturan sopir kami pak min. tepat pukul 07.35 pagi kami mulai beranjak meninggalkan jakarta. dalam perjalanan seseorang itu banyak bercerita. ramah,, sangat ramah... ia menyapaku bercerita tentang banyak hal seperti seorang gadis cerewet yang tidak bisa diam. sapaanya, caranya bertutur ya.. itulah yang membuat aku jatuh cinta padanya, dan itu dahulu, kini?

ia bercerita suatu ketika ia pernah menjadi rebutan para lelaki di kampungnya, namun tak ada satupun yang ia suka. pernah ada seorang laki-laki yang mencoba melamarnya, dengan berani sang lelaki melamarnya, nmun nyalinya langsung citu ketika melihat seorang berperawakan kekar. ya dia adalah ayah dari seseorang itu.

sesekali dalam ceritanya ia tersenyum menyeringai. hangat... sangat.. amat.. aku makin mencintainya.. aku semakin menyayanginya. namun kini?
tak terasa ketika ia bercerita terlalu banyak, aku pun tertidur pulas. di tengah tidurku ia menyentuhku dengan lembut, sangat lembut.. aku sempat terbangun sejenak, namun aku pura-pura menutup mataku, aku ingin merasakan lembutnya tangan itu lebih lama, lebih lama lagi.! di sela sentuhannya nan lembut ia membisikan sekelumit kata indah " ya ampun tidur..., sayang bagusku tidur...," ya kata lembut itu terucap dari bibirnya yang tipis nan manis.

di tengah perjalanan, ketika waktu menunjukkan pukul 16.12 sore, kami sejenak istirahat di sebuah rumah makan. ketika sedang asyik menyantap hidangan, seorang tua renta datang menghampiri kami mengharap belas kasih kami. tiba-tiba tanpa ada sedikitpun rasa risih, ia mengajak si tua renta itu untuk makan bersama kami. "wonderful..!" hanya kata itu yang bisa terucap dari bibirku. sejak itu aku berjanji untuk selalu mencintainya, selalu mengikuti apa yang ia mau, dan aku berjanji untuk selalu menyayanginya hingga akhir hanyatku.


to be continued...

0 comments:

Post a Comment