Berdasarkan hasil survei, Komisi Perlindungan Anak Indonesia
(KPAI) mencatat 62,7% remaja tidak perawan lagi. BKKBn mencatat hasil survei
pada tahun 2010 menunjukkan 51% remaja di Jabotabek telah melakukan seks
pranikah. Hasil survei di beberapa wilayah lain di Indonesia, seks pranikah
juga dilakukan oleh beberapa remaja. Misalnya saja di Surabaya, tercatat 54%,
di Bandung 47% dan 52% di Medan. Psikolog dan juga penyuluh di BKKBn, Ratih
Ibrahim meyakini bahwa akses informasi yang semakin terbuka dan tekanan dari
lingkungan menjadi penyebab remaja melakukan seks pranikah.
Media sosial diyakini juga termasuk salah satu agen
peneyebar konten porno yang menyebabkan remaja melakukan hubungan bebas.
Kontennya bisa berupa sexually implicit
material ataupun sexually explicit
material. Tentu saja kita masih ingat dengan video hubungan seksual yang
dilakukan salah satu artis ternama di Indonesia yang diunggah ke Youtube.com
Atau kita masih ingat dengan hompage Trifedya yang ada di Facebook.
Menurut data yang dirilis oleh www.internetworldstats.com per 30 juni 2012 menunjukkan bahwa Indonesia
menempati posisi ke 7 dalam top 20
country-internet usage dengan populasi pengguna sekitar 248,645,008, yang
artinya 2,3 % populasi pengguna internet dunia berasal dari Indonesia. Berdasarkan
survei yang dirilis oleh www.socialbarkers.com, Indonesia menempati urutan ke 4 dalam jumlah populasi
pengguna Facebook di seluruh dunia. Total pengguna Facebook di Indonesia
berkisar 50.489.360 pengguna[1]. Indonesia
juga menempati urutan ke 8 pengguna dan penonton Youtube di dunia. Laporan
terbaru www.semoicast.com menyebutkan bahwa per 1 Januari 2012, Indonesia
menempati urutan ke 5 dalam populasi pengguna Twitter di dunia dengan jumlah
pengguna sekitar 19.5 juta pengguna. Namun menariknya jumlah kicauan Twitter
yang berasal dari Indonesia menempati urutan ke 3 dibawah Amerika Serikat dan
Brazil. provinsi DKI Jakarta menempati urutan pertama dalam banyaknya jumlah
kicauan yang di publikasi[2] hal ini menunjukkan begitu pesatnya perkembangan
penggunaan media sosial di Indonesia.
Namun, pesatnya jumlah pengguna media sosial juga
tenyata menimbulkan permasalahan baru terutama di Indonesia. Terjadi
peningakatan jumlah kasus seks bebas di kalangan remaja, banyaknya remaja yang
merelakan keprerawanannya kepada orang yang baru saja dikenalnya melalui media
sosial, meningkatnya kekerasan seksual terhadap remaja dan meningkatnya jumlah
remaja sekolah yag tidak perawan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada dasarnya, sosial media adalah alat yang digunakan
untuk mempermudah orang di seluruh dunia untuk berbagi pengetahuan,
berinetraksi dengan orang-orang yang berada di tempat lain di seluruh dunia,
dan sebagai sarana untuk mempermudah seorang atau perusahaan untuk
mempromosikan dan memperkenalkan brand-nya
ke seluruh dunia. Namun faktanya, sosial mediapun seperti koin yang memiliki
dua sisi. Selain memiliki manfaat yang positif bagi dunia. Media sosial juga
ternyata membawa dampak negatif bagi dunia. Dua contoh kasus diatas merupakan
bukti bahwa media sosial membawa dampak negatif terutama bagi remaja.
Mudahnya berinteraksi melalui media sosial dan
banyaknya media sosial yang disusupi konten porno, serta kurangnya pengawasan
baik dari orang tua maupun lingkungan disinyalir meningkatkan perilaku hubungan
seks bebas di kalangan remaja. Dalam tulisan ini penulis ingin menggali bagaimana
media sosial memengaruhi hubungan seks bebas di kalangan remaja di Indonesia.
REMAJA
Usia remaja adalah usia yang cukup krusial dalam
perkembangan manusia. Konsep remaja adalah sebuah periode perkembangan yang
baru[3]
menurut Hurlock yang dikutip dari www.belajarpsikologi.com remaja berasal dari kata adolescence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah
adolescence memunyai arti yang lebih
luas lagi mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik[4].
DR. Zakiah Drajat mendefinisikan remaja sebagai masa peralihan diantara masa
kanak-kanak dan dewasa. Dalam masa ini, anak mengalami masa pertumbuhan dan masa
perkembangan fisiknya maupun perkembangan psikisnya. Mereka bukanlah anak-anak
dalam bentuk badan ataupun cara berfikir atau bertindak, tetapi mereka bukan
pula orang dewasa yang telah matang[5].
Dalam beberapa literatur, usia remaja adalah apabila seorang
anak mencapai usia 10-20 tahun. Menurut UU. No.4 tahun 1979 tentang
kesejahteraan anak, remaja adalah yang belum mencapai usia 21 tahun dan belum
menikah. Perkembangan masa remaja bisa ditandai dengan tiga jenis perubahan
yang ada pada dirinya; fisik, kognitif dan psikosial.
|
Periode umur
|
Perkembangan fisik
|
Perkembangan kognitif
|
Perkembangan psikologis
|
|
Masa remaja (10-20 tahun)
|
1. Pertumbuhan fisik dan perubahan lainnya berlangsung
cepat dan sangat intens
2. Terjadinya kematangan organ reproduksi
3. Resiko kesehatan utama bersumber dari isu prilaku
|
1. Berkembangnya kemampuan untuk berpikir secara
abstrak dan menggunakan alas an ilmiah
2. Pemikiran yang kurang dewasa terus berlangsung dalam
sikap dan perilaku tertentu
3. Memiliki rasa keingintahuan yang tinggi.
|
1. Pencarian terhadap identitas termasuk identitas
seksual menjadi isu sentral.
2. Tertarik dengan lawan jenis
3. Mudah terangsang secara erotis
4. labil
|
MEDIA
SOSIAL
Dalam beberapa dekade belakangan kita seringkali
mendengar kata social media atau
media sosial atau jejaring sosial. Media sosial kini sudah menjadi sebuah
wacana yang sering dibicarakan. Menurut www.merriam-webster.com, media social
is forms of electronic communication (as Web sites for social networking and
micro blogging) through which users
create online communities to share information, ideas, personal messages, and
other content (as videos).[6]
Dalam situs resminya Universitas Pasundan, media sosial didefinisikan sebagai
sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online
yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan
waktu[7]. Dalam
Icrossing electronic book[8], disebutkan
beberapa karakter dari media sosial.
1.
Adanya
partisipasi; media sosial mendorong adanya kontribusi dan timbal balik dari
tiap orang yang tertarik.
2.
Adanya
keterbukaan; sebagian besar media sosial terbuka untuk timbal balik dan
partisipasi. Seperti adanya voting,
komentar, atau berbagi informasi.
3.
Adanya
percakapan; di beberapa media sosial menyediakan layanan untuk melakukan
percakapan satu sama lain.
4.
Adanya
komunitas; media sosial membuka peluang untuk terciptanya beberapa komunitas,
dan komunitas itu akan berinteraksi tanpa harus bertatap muka secara langsung.
5.
Adanya
koneksi; dalam mengakses media sosial maka dibutuhkan adanya koneksi dengan
jaringan internet.
Secara umum, media sosial dibagi ke dalam 6 kelompok
besar;
1.
Jejaring
sosial. Jejaring sosial membuka kesempatan bagi setiap orang untuk membangun
akun sendiri dan terhubung dengan orang lain untuk berbagi konten ataupun
informasi. Contohnya, My Space, Facebook,
dan Bebo
2.
Blog.
Blog adalah jurnal online yang digunakan tiap orang untuk berbagi biasanya
tulisan, video, foto dan lain-lain.
3.
Wikis.
Website ini membuka kesempatan bagi
tiap orang untuk menambah konten atau untuk mengedit informasi yang terdapat di
dalamnya, dan menjadikan data-data tersebut seperti dokumen bersama. Contohnya,
Wikipedia.
4.
Podcasts,
seperti layanan Apple iTunes
5.
Forum.
Layanan yang terbuka untuk diskusi secara online, contohnya, kaskus.com
6.
Content communities, seperti, Flickr, del.icio.us, dan Youtube.
Secara positif, sosial media bisa digunakan sebagai
sarana untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya. Melalui media sosial
kita dibantu untuk mempublikasi hasil karya kita. Selain informasi yang
bersifat mendidik, media sosial juga membuka keran bagi setiap orang untuk membagi
dan mengakses konten porno atau konten yang mengandung materi seksual. Di dalam
media sosial ada pula akun yang secara langsung menyajikan konten porno atau
lebih dikenal dengan sexually implicit
material. Contohnya adalah
Dalam dunia
pornografi juga dikenal satu istilah tentang konten-konten seksual yang
dihadirkan oleh media dikenal dengan sexually
explicit material. www.wikia.com mengartikan sexually explicit material sebagai
berikut.
Sexually
explicit material (video, photography, creative writing) presents sexual
content without deliberately obscuring or censoring it. The term "sexually
explicit" is often used as euphemism for pornography. It includes unstimulated
sex acts, sexual intercourse and uncovered genitalia.[10]
Materi seksual yang bersifat eksplisit
menghadirkan beragam konten baik berupa video, foto atau tulisan yang
mengandung pornografi tanpa sengaja ditutupi atau disensor. Biasanya hal-hal
yang mengandung konten seperti ini tidak langsung secara frontal menunjukkan aktivitas atau tulisan yang secara langsung
menunjukkan tindakan seksual. Tulisan-tulisan yang membangkitkan gairah dan
membuat-utamanya remaja-menjadi penasaraan karena rasa ingin tahunya yang
tinggi. Contohnya adalah
Kedua
bentuk sexually explicit material diatas
jika dilihat dari sisi positif maka materi tersebut dapat dijadikan informasi
bagi mereka yang sudah menikah. Namun jika ditilik dari hal yang negatif,
berita tersebut mengajak pikiran terutama remaja atau orang yang belum menikah
untuk mengabstraksikan hal-hal yang porno, dan bisa saja sampai ke bentuk
tindakan.
MEDIA
SOSIAL DAN PERGAULAN BEBAS DI KALANGAN REMAJA
Pada tanggal 3 november 2012, www.republika.com memuat berita tentang keresahan masyarakat Tulung Agung,
Jawa Timur terhadap sebuah akun di jejaring sosial Facebook yang memuat konten
porno, bahkan di akunnya ia mengunggah dua video porno. Menurut Kasat Reskrim
Polres Tulung Agung, AKP Lahuri, jum’at. Akun Facebook dengan nama Trifedya menggunakan alamat desa
Junjung, kecamatan Sumber Gempol, kabupaten Tulung Agung. Ada pula kasus yang
terjadi dengan seorang remaja siswi di kota malang. Seperti yang dikutip dari
Banjarmasin post, gara-gara Facebook seorang gadis remaja nekat pergi dari
rumah bahkan melakukan hubungan intim dengan seorang pria berusia lebih tua
yang baru dikenalnya. Gadis remaja, sebut saja Mawar (15) yang masih duduk di
bangku SMP mau saja diajak pergi dari rumah oleh kenalan barunya di Facebook,
Yusuf Effendi (20) warga jalan Sawahan Bawah, Beji, Junrejo.[11]
Lain lagi dengan kasus yang dialami oleh seorang siswi SMK di kota tebing
tinggi. Dikutip dari www.okezone.com, seorang siswi SMK di kota Tebing Tinggi, Medan pergi
meninggalkan rumahnya sejak 28 oktober 2012.disinyalir siswi tersebut melarikan
diri dengan komunitas lesbi yang ia kenal beberapa waktu sebelumnya melalui
situs jejaring sosial facebook[12].
Contoh diatas merupakan fakta yang nyata sebagai
akibat dari pesatnya perkembangan media sosial di dunia. Ditilik dari beberapa
karakter media sosial yang penulis sebutkan diatas, media sosial membuka
kesempatan untuk setiap orang berkomunikasi dengan mudah dengan orang lain yang
ada di tempat yang berbeda tanpa harus terjadi kontak secara langsung. Di dalam
Facebook misalnya, ada fitur yang mempermudah orang untuk berinteraksi dengan
orang lain yaitu, chat. Fitur ini
mempermudah kita untuk berkomunikasi dengan orang lain yang ada di tempat yang
berbeda dengan kita. Selain itu media sosial juga mempermudah semua orang untuk
menambah teman dari seluruh dunia tanpa harus bertemu satu sama lain secara
langsung. Dalam Facabook kita kenal fitur add
friend dan di twitter kita kenal fitur follow.
Namun kemudahan
ini akan menjadi bencana jika tidak digunakan secara bijak. Lihat saja contoh
diatas. Berawal dari kemudahan-kemudahan yang disajikan oleh media sosial, dua
anak tersebut harus merelakan “pengalaman pertamanya” kepada orang yang tidak
tepat. Jika dilihat dari sisi kejiwaannya, remaja memang adalah masa dimana
rasa keingintahuannya sedang memuncak, ia ingin tahu segala hal. Terutama
hal-hal yang berkaitan dengan seksual. Masa remaja adalah masa dimana giarah seksual
sudah mulai timbul. Masa remaja juga merupakan masa peralihan dimana dirinya
sudah ingin melepaskan diri dari orang tua, dan mulai tertarik dengan
pertemanan, dan juga tertarik dengan lawan jenis. Media sosial membuka peluang
bagi remaja untuk berteman, mendapatkan informasi, dan berkenalan dengan lawan
jenis. Dalam kondisi jiwanya yang masih labil, dan tanpa adanya pengawasan dari
orang tua dan lingkungan maka dengan mudah media sosial memberikan “pintu” bagi
remaja untuk berhubungan secara bebas, bahkan melakukan seks bebas pranikah.
Selain itu, media sosial juga memberikan kesempatan
bagi setiap orang untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya. Kita juga
dapat mempublikasi karya kita melalui media sosial. Jika dilihat dari sisi
positif, media sosial membantu remaja untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan
membantu remaja untuk mempublikasi karyanya baik berupa tulisan, video, atau foto.
Namun, masalahnya akan lain jika informasi yang dibagikan dan diakses oleh
remaja adalah konten yang mengandung materi seksual. Psikolog dan juga penyuluh
di BKKBn, Ratih Ibrahim meyakini bahwa
akses informasi yang semakin terbuka, dan tekanan dari lingkungan diyakini
menjadi penyebab remaja melakukan seks diluar nikah.[13]
Pornografi yang ditemukan di media sosial baik berupa sexually implicit material ataupun sexually explicit material membawa
dampak yang negatif bagi remaja. Materi yang mengandung seksual yang tersirat
dipercaya sebagai penyebab rusaknya moral seseorang, bahkan hal tersebut juga
bisa mendorong seseorang untuk melakukan hubungan seksual diluar nikah. Hal ini
seperti yang dikatakan oleh Liz dan Malmut:
Linz
and Malamut pointed out that within this perspective. Sexually explicit
material is believed to cause societal disruption by creating an unhealthy or
excessive interest in sex. An overemphasis on sex could corrupt morals and lead
people to act in ways that undermine marriage and family. Sexual media content might also distract
people from other important societal roles. Sexual content might have the
overall impact of lessening society’s moral climate as people pursue to sexual
self- gratification. Sexual behavior is
private and making it public can only encourage distasteful or immoral act.[14]
Semakin banyak remaja yang
mengakses konten porno yang disediakan oleh media sosial Tanpa pengawasan dan bimbingan dari orang tua
dan lingkungan, maka tidak ayal jika banyak remaja di Indonesia yang melakukan
hubungan seksual diluar nikah.
Dari pembahasan diatas kita
bisa tarik kesimpulan bahwa pada dasarnya media sosial memberikan banyak
kemudahan bagi kita semua terutama bagi remaja. Penulis mencatat setidaknya ada
enam manfaat dari media sosial.
1.
Memudahkan
kita berinteraksi dengan orang-orang yang terpisah ruang dengan kita tanpa
harus berinteraksi secara langsung.
2.
Mempermudah
kita untuk menambah pertemanan dengan orang-orang diseluruh dunia tanpa harus
bertemu atau bertatap muka secara langsung.
3.
Mempermudah
kita untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya.
4.
Mempermudah
kita untuk mempublikasi karya kita.
5.
Mempermudah
kita untuk bertemu dan berbagi informasi dengan komunitas yang memiliki
ketertarikan yang sama dengan kita.
6.
Media
sosial juga dapat membantu kita untuk mempromosikan barang-barang yang akan
kita jual.
Namun, jika tidak digunakan
secara bijak, maka media sosial akan menjadi boomerang terutama bagi para remaja yang memiliki rasa ingin tahu
yang tinggi, yang kejiwaannya masih labil, dan yang mulai memiliki ketertarikan
dengan lawan jenis. Media sosial akan menjadi bencana dan tentunya akan
“membuka pintu” bagi hubungan bebas dan seks bebas di kalangan remaja terutama.
Perlu adanya pengawasan dari
orang tua dan lingkungan kepada remaja dalam menggunakan dan mengakses media
sosial agar nantinya remaja terbentengi dari pengaruh buruk media sosial. Dan
perlu adanya pendidikan seks bagi remaja. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan
pendidikan bagi remaja tentang bahaya membuka atau mengakses konten porno yang
ada di media sosial dan juga tentang bahaya hubungan seks bebas. Remaja adalah
masa yang sangat krusial dalam proses kehidupan seseorang. Remaja adalah
cerminan masa depan suatu bangsa, jika remaja di suatu bangsa itu rusak, maka
tentunya masa depan bangsa tersebut bisa dikatakan suram. Jangan biarkan
generasi masa depan bangsa Indonesia dirusak oleh pengaruh buruk media sosial.
AGUNG PRASETYO (PARAMADINA NORTHSTAR FELLOW 2011)
FALSAFAH DAN AGAMA
UNIVERSITAS PARAMADINA JAKARTA
[1] http://www.socialbakers.com/Facebook-statistics/indonesia.
Diakses pada: 15 November 2012 pukul 15.30
[2]http://semiocast.com/publications/2012_07_30_Twitter_reaches_half_a_billion_accounts_140m_in_the_US.
Diakses pada: 16 November 2012 pukul: 19.20
[3] Dianne E.
Papalia, et al, psikologi
perkembangan, ed.9, Kencana Perdana media group, Jakarta;2010
[4] http://belajarpsikologi.com/pengertian-remaja/.
Diakses pada: 16 November 2012 pukul: 20.13
[6] http://www.merriam-webster.com/dictionary/social%20media.
Diakses pada: 16 November 2012 pukul: 20.30
[7] http://unpas.ac.id/pages/apa-itu-sosial-media/.
Diakses pada: 16 November 2012 pukul: 19.39
[8]http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0CCQQFjAA&url=http%3A%2F%2Fwww.icrossing.co.uk%2Ffileadmin%2Fuploads%2FeBooks%2FWhat_is_Social_Media_iCrossing_ebook.pdf&ei=NTKlUOm1LcbqmAXNkIDAAg&usg=AFQjCNHDVGh2cvWmvRD-qq44t4R75QX_Vw.
Diunduh pada: 16 November 2012, pukul: 20.45
[10] http://itlaw.wikia.com/wiki/Sexually_explicit.
Diakses pada: 17 November 2012 pukul: 04.02
[11] http://banjarmasin.tribunnews.com/2012/10/18/siswi-smp-nekat-berhubungan-intim-dengan-kenalan-Facebook.
Diakses pada: 16 November 2012 pukul: 19.50
[12] http://news.okezone.com/read/2012/11/11/340/716878/kenal-komunitas-lesbi-di-facebook-pelajar-smk-kabur-dari-rumah.
Diakses pada: 16 November 2012 pukul: 19.50
[13] http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/metropolitan/10/11/29/149328-duh-bkkbn-catat-51-remaja-jabodetabek-tidak-perawan.
Diakses pada: 16 November 2012 pukul: 19.50
[14] Elizabeth M
Perse, Media Effect and Society,
Lawrence Erlabaum Associates, publishers, New Jersey; 2001



2 comments:
Assalamualaikum, mau minta tolong nih gan bisa yah aku minta kuisionernya? Terima kasih
Hasil survei di beberapa wilayah lain di Indonesia, seks pranikah juga dilakukan oleh beberapa remaja. Misalnya saja di Surabaya, tercatat 54%, di Bandung 47% dan 52% di Medan. Psikolog dan juga penyuluh di BKKBn,
LukQQ
Situs Ceme Online
Agen DominoQQ Terbaik
Bandar Poker Indonesia
Post a Comment