GADIS DIBALIK JENDELA

SEBUAH NOVEL BERSERI YANG AKAN TERBIT SETIAP BULAN.

REFLECTION

Wednesday, 25 May 2011

HARMONY OF INDONESIA

RESPECT THE DIFFERENCE


 

LADIES AND GENTLEMAN,

    Nowadays, in any kinds of mass media, social network, electronic media, and in the real society, they are talking and discussing about violence, social chaotic, fight, anarchy society, terrorism, brawl, colonial and oppression of race .

Government of Indonesia is establishing a terror bomb alert"


That sentence has decorated every corner of the media in Indonesia both print and electronic media, as if a very serious threat, so the government issued a warning, this is triggered by its found a pipe bomb under the gas flow that is planted by an individual,
THERE IS WRONG WITH ALL THIS,

radical movements considered as the main culprit of all these problems, radical movements who want to divide this nation by using the name of religion. But ironically, in a country known for its local cultural wisdom that highly value tolerance and diversity have to swallow this bitter pill with the existence of some people who began to harass the diversity of this country.

I will give some concrete examples of what is happening in our beloved country Indonesia is now:
 
1. some time ago Indonesia was shocked by the suicide bombing that occurred at a mosque in the town of Cirebon, bombs have exploded when Muslims are performing Friday prayers,

2. clashes that occurred in Jakarta that was allegedly related to racial groups

3 and the latest is illegal recruitment conducted by NII KW 9, which is claimed to be establishing an Islamic state is based on

And again ladies and gentleman,

There is something wrong with our society, with our beloved Indonesia,

I believe that we have known about these problems, but I don't think that all of us knew how to solve this very serious threat,

So ladies and gentleman,

We as the young generation of Indonesia who love our NKRI must do something to prevent or to avoid the MORAL DEGRADATION which is occurred in our beloved country, here are some actions that we must do for our beloved country,

  1. We must respect the difference


     

    As we know that indonesia is consisting with the vary of culture, religion, race and many more, and every race, culture and religion has difference way of life, and one thing that we must do is respecting that difeerence, we must allow everyone to choose their own way of life, PLURALISME is the main way that we must value. So by doing this action, we can feel the harmony of living,


     

  2. Fortify ourselves by good knowledge of religion,

    Any kinds of religion in this world never teach about the violence, but every religion is always teaching their followers about kindness, and respecting the creature of god, and islam as my identity teach me how to respect the creature of ALLAH,

    " wa jaddilhum billati hiya ahsan"


     

  3. We must back to our way of life in indonesia, back to PANCASILA

    Pancasila is the identity of every citizen of indonesia, pancasila obtaon us how to life and pancasila tells to the world that indonesia is a good country which respecting the difference and value the human being.


     

This diversity should we use as a symbol that this country loves peace regardless of racial intolerance, because we are united by an honoring NKRI Unity in Diversity.
"do not distinguish the same things and do not match things differently"

so ladies and gentleman,

we as the young generation of Indonesia, we must unfold our country, we must do something to create the HARMONY"

Sunday, 22 May 2011

Seorang Kakek si pepnjual korek


 

    Suatu ketika di pagi hari yang menawan, aku berjalan di keramaian pasar, sejenak pandangan mataku tertuju pada seorang laki laki tua penjual gas korek api isi ulang yang sedang brkomat kamit, sejenak terlintas dalam fikiranku pertanyaan " ya allah masih adakah orang yang mau mengisi korek gas itu, padahal hanya dengan membeli seribu rupiah korek gas yang baru sudah ditangan,kemudian apa yang diucapkan oleh orang tua itu?"

Dengan penuh rasa penasaran kudekati seorang kakek tua itu, subhanallah alangkah kagetnya ketika aku melihat di tangan si kakek terselip sebuah tasbih, selain takjub, ada rasa malu terbesit dalam benakku karena selama ini aku terlalu sibuk dengan urusan duniaku,tetapi sedikit sekali aku sempatkan waktu untuk mengingat sang MAHA KUASA, dengan rasa penasaran yang masih menghinggapi fikiran ini ku beranikan diri untuk bertanya " assalamualaikum mbah, nyuwun sewu, mbah jualan apa ya??, kakek tersebut menjawab dengan sedik terkejut, " em.. wa wa'alaikum salam nak, niki nak mbah jualan isi korek gas, " aku pun kembali bertanya " maaf ya mbah kalau boleh saya tahu, apa sudah ada yang membeli mbah hari ini?? Dengan senyuman khas yang ia tebarkan seraya si kakek menjawab, " Alhamdulillah nak sudah tiga hari ini belum ada yang membeli." Jawaban si kakek seperti petir di siang bolong, di satu sisi aku sangat terkejut, dan di sisi lain aku sangat miris, aku terkejut karena si kakek masih bias berucap syukur "alhamduliilah " padah si kakek itu sudah tiga hari belum ada yang membeli. Rasa penasaran ini semakin tempompa, kemudian aku bertanya "mbah udah makan?" si kakek merespon pertanyaanku dengan jawaban yang membuatku semakin malu dan sangat takjub " Alhamdulillah mbah sudah dua hari belum makan" " allahuakbar, hati ini terasa sangat bergeming, miris, sedih, takjub dan teertunduk malu, aku malu karena aku jarang sekali berucap syukur alih alih selalu mengeluh, aku sedih karena si kakek yang tua renta ini sudah dua hari belum saja makan, dalam hatiku marah berkobar teramat sangat " mengapa orang orang di pasar ini tidak memiliki empati samasekali, ataukah mata dan persaaan mereka sudah terkunci?? Apakah harta dunia sudah membutakan mereka sehingga mereka tidak melihat ada saudaranya yang lapar dan lemah??" akumulasi pertanyaanku sudah tak terjaga, amarah ini takpun kunjung padam.

Sejenak aku tenangkan diri, sesaat terbesit dalam hati ini untuk bertanya, bak seorang wartawan aku kembali bertanya " nyuwun sewu mbah kenapa mbah masih berucap Alhamdulillah dan bertasbih sedangkan bapak sendiri belum makan?" dengan senyuman yang membuat saya semakin bingung, dengan perawakan yang tenang si kakek menjawab " begini anak muda, Hidup, mati, segalanya sudah ditentukan oleh yang maha kuasa, boleh saja kita mengejar dunia kita, tetapi untuk apa kita mengejar dunia tanpa ridho allah, anak muda, tanpa ridho allah kita hanya akan mendapatkan hal yangtidak berguna, pada akhirnya, penat, rasa putus asa, dan hidup tidak tenang akan menyelimuti anak muda, ingat anak muda, hanya kepada allahlah kita meminta dan hanya kepada allahlah kita beribadah, wastainu bisshobri washolah, jika anak muda memahami dan mengamalkan, ridho dan rahmat allah slalu menemani kita,


 

Wahai sahabat,

Kita sudah sangat sibuk dengan urusan dunia yang kita kejar, tetapi, tidakkah kita merenung sejenak tentang seorang kakek yang dengan sabar dan tawakal tanpa mengeluh menjalani hidup, meskipun tidak makan, si kakek masih tetap mengingat allah, hal ini kontras sekali dengan kehidupan sehari hari, ketika senang, kita seringkali lupa untuk bersyukur ketika kita mendapatkan kebahagiaan bahkan kita sering kali lupa untuk mengucap Alhamdulillah dan kita pun seringkali lupa untuk tetap ingat allah dan bersyukur ketika hal yang buruk menimpa kita,kita malah terlalu banyak mengeluh dan menyalahkan nasib, bahkan kita berprasangka buruk pada sang maha pengasih dengan dalih tuhan tidak menyayangi kita,


 

Sahabat,

Tanpa ridho allah, apapun usaha kita, baik usaha yang tidak menyalahi norma kebaikan, maupun usaha yang jelas jelas keluar dari hal bermanfaat, tidak akan pernah membuat diri kita hidup dalam kepuasan, ketenangan maupun kebahagiaan. Sebaliknya, hidup kita akan diliputi rasa was was, yang akhirnya menjerumuskan kita pada satu pembunuh berdarah dingin yakni " stress yang teramat sangat" mari kita renungkan,


 

Sahabat yang slalu disayangi tuhan,

Dengan tulisan sederhana ini saya mengajak kita unutk membuka mata, hati dan perasaan kita untuk melihat sekitar kita, dan peduli tehadap orang yang membutuhkan pertolongan kita tanpa membedakan siapapun itu, sahabat, sekecil apapun bantuan kita allah pasti selalu membalas dengan kebaikan,

Semoga tuhan merahmati kita semua, amin

Sahabatmu,